Followers

Visitor

7 On Senin, 31 Maret 2014

 hasil Surfing-surfing, ketemu cerpen ini. ini udah gua translate, jadi mohon maaf kalo ada kata-kata yang acak-acakan..

oke langsung aja ^^



Aku senang, akhirnya aku mendapat uang untuk apa yg aku butuhkan: VOCALOID Hatsune
Miku. Tentu saja, dia adalah utama karena suaranya yg melengking dan bernada tinggi, tapi aku berpikir bahwa itu sempurna dalam caranya sendiri yg unik.

Setelah pembelian Miss Miku, Aku berjalan keluar dari CompUSA dengan senang sekali lalu pulang
ke rumah untuk mencoba Miku. Aku tak sabar untuk membuat lagu bersamanya. Bahkan aku mempunyai MikuMikuDance, program animasi 3D yg popular itu, untuk digunakan bersama Miss Miku. Dengan semangat aku
memasukan kasetnya ke komputer milikku, aku menunggu installing-nya mulai. Setelah itu, aku mulai merasa ada sesuatu yg aneh dengan program-nya.
"ah, jangan jadi bodoh," kupikir. "kau itu hanya terlalu semangat"
untuk menggunakan VOCALOID."

Setelah menginstall program itu dan membuka sofware VOCALOID, aku mendengar sesuatu...
aneh, tentang Miku. Setiap kali aku membuat note, suara yg keluar adalah rintihan ataupun menangis dan bukan suara senang, melengking, atau imut.

Sesuatu pasti ada yg tidak beres.
"seseorang pasti sudah meng-hack dan bermain- main dengan CD ini," pikirku sangat marah.
"tapi itu mustahil!" pikiranku yg lain memprotes.
"CD itu tidak terdapat goresan diatasnya atau apapun. Itu
benar benar masih dalam kemasan dan itu baru! dan lagi juga paketnya
bersih dan tidak ada robekan atau tanda- tanda kerusakan diatasnya!"

Sementara merenungkan semua ini dalam kebingungan, kekhawatiran, adikku yg berusia
tima tahun tiba tiba muncul dari lantai bawah dan entah bagaimana dia sudah berada di dalam kamarku.
"ada apa, Lola?" dia menunjuk. "apa beneran kau tak apa apa?"

"iya. sekarang tolong, pergilah," kataku dengan suara tenang yg dibuat-buat.

Di luar dugaanku, dia hanya terdiam. "Oke, terserah," katanya sambil mengangkat bahu sebelum meninggalkan kamarku.

Hanya untuk memastikan lagi apakah ada sesuatu yg aneh
dengan program itu, aku langsung membuka program MikuMikuDance tadi setelah itu juga. Saat aku kembali membukanya,
program nya terbuka dengan normal tanpa masalah. Tetapi ada sesuatu yg benar benar tak kuperhatikan sebelum program
MikuMikuDance terbuka.
Sebuah pop up yg memiliki gambaran dari versi pertama model Miku sebagai ikon disudut muncul didepan mataku. Tetapi ikon itu bukan Miku yg terlihat senang dan akan menghangatkan hati siapapun. Sebaliknya, Miku tampak agak stress, depresi, dan... marah. Tetapi itu belum semuanya. Ketika kubaca apa yg pop up itu katakan, mulutku perlahan lahan terbuka.

"aku benar benar kecewa padamu."
Lalu aku menggeleng kepalaku dan tertawa. "
Oh, Jennifer. Pasti dia ingin mengejutkanku dan mempersiapkan ini ketika aku tertidur. Ini tentu saja pasti ulahnya. Mungkin dia hanya memasukkan sesuatu dalam program yg membuatnya begitu, karna dia benar benar handal dengan komputer dan pemrograman."

Hanya untuk memastikan apakah dia hanya ingin membuatku terkejut atau tidak, aku menutup pop up dan program setelah itu muncul sehingga aku bisa mencari disekitar folder MikuMikuDance
untuk apapun yg telah Jennifer kacaukan.

Setelah beberapa menit mencari, aku tidak menemukan apapun. Kecuali plugin program dan
model 3D dan foldernya, dan juga beberapa file PMM, data gerak, pose data, dan file WAV.
Keingingtahuan ku hilang, akupun membuka MikuMikuDance lagi, hanya untuk tatap muka, atau lebih tepatnya, tatap komputer layar, dengan model Project Diva Dreamy Theater Miku.
Aku tidak tahu ini semacam program terbaru seperti program versi multi-modelnya MikuMikuDance atau apa, karena saat aku membukanya tiba tiba saja.. disana.
Dia berdiri disana, melipat kedua tangan di balik punggungnya dengan kecewa dan marah terlihat diwajahnya.
Dan bahkan terlihat ada bekas airmata dimatanya.

"Lola..."

Dia menutupi mukanya dengan kedua tangannya, menangis dan meruntih dalam kesedihan.
"M-M-M-Miku?" tiba tiba aku merasa terpojok olehnya.
"Bagai.. bagaimana kau melakukan ini padaku dan pengguna yg lainnya?! Kenapa kau sangat kejam kepada mereka, kenapa kamu membuatku dan temanku terlebih saudara, dan keluarga?!"
dia terjatuh ke grid seperti lantai, bahkan menangis dengan airmata yg lebih banyak.

"M-Miku, aku... aku bisa menjelaskan!" kataku dengan tergagap-gagap.

"Menjelaskan?! BAGAIMANA?!" dia menatapku dengan suara marah dan melengking. "LIHATLAH
APA YG TELAH KAU PERBUAT PADA MEREKA!!"
Dia menunjuk background, dan terlihat jelas gambaran yg menunjukkan Miku transparan
dengan tampilan ketakutan diwajahnya, tangan didepan dadanya saat dia melihat pengguna
MikuMikuDance yg menggantung dirinya sendiri. Dia terlihat berumur dua belas atau tiga belas. Di ujung poto itu, ada sebuah video komen. Aku berpikir pengguna yg menggantung dirinya itu adalah seseorang yg membuat video tentang Nanami Teto Model yg rambutnya bewarna merah muda.
Kulihat lebih dekat pada judul video, itu terbaca,

"[MMD] NEWCOMER!! KASANE HANA!!"

Lalu aku membaca deskripsinya.

"Saya tidak mengambil keuntungan untuk model ini, karena pembuat asli dari model ini adalah Nanami.
Satu-satunya hal yg saya lalukan adalah mengubah warnanya. Tetapi lihat! sekarang Teto
memiliki teman menari! dia terlihat begitu bahagia dan senang."

Terakhir, aku melihat dengan cermat ke komen- komennya. Kebanyakan dari mereka terlihat
sangan marah dan menghina.
Lalu yg punyaku...

"5 Hari yg lalu HelloxxKittyxx FunWow, hanya saja wow. Kau mengedit model Nanami, dan itu illegal. Cepat dan hapus video itu
sebelum Nanami membunuh seluruh keluargamu."
Lalu Miku membuka poto yg lain. Dipoto terlihat seperti wasiat, dengan tangan yg cukup banyak tergores luka berdarah. Aku mulai membaca wasiat itu. Tulisan tangan yg sedikit sulit dibaca karna
sepertinya ditulis oleh anak berumur tujuh tahun.

"Semuanya membenciku karna aku memberi model Saboten Gumi seorang saudara dan terlihat
senang sepertinya, hanya saja dengan warna yg berbeda. Aku sudah mati, dan aku berharap
semua hater sekarang senang."

Lalu dia menunjukkanku sebuah poto dari komen- komen di video tentang model itu. Semua komentar terlihat lebih buruk.
Tapi setelah itu Miku menunjukkan punyaku.

"6 minggu yg lalu HelloxxKittyxxFun
Kau mengedit model yg illegal lagi, iyakan? Sekarang kau akan meninggalkan semua teman dan keluargamu karena Nanami akan
membunuhmu. Dan semua ini adalah salahmu."
Mikupun menutup poto itu.

"Mereka semua adalah teman ku yg kau buat sedih lalu mereka jadi bunuh diri. Mereka adalah temanku yg kau bunuh dengan KATA- KATAMU." Dia menyipitkan matanya.

"Mereka seharusnya tidak melakukan itu!" Balasku. "Mereka harusnya hanya mengucapkan maaf untuk apa yg dia lakukan! tapi mereka terlalu berlebihan!"

"BERLEBIHAN!?" Miku berteriak.

Aku harus menutup telingaku. Sial, teriakannya itu sangat KERAS.

"Kau menyakiti mereka dengan kata-katamu. Orang lain yg sepertimu MEMBUNUH mereka
dengan kata-katamu. Dan kau katakan mereka itu BERLEBIHAN?! MEREKA ADALAH ANAK ANAK YG
TELAH KAU BUNUH! SEORANG ANAK BERUMUR DELAPAN
TAHUN, TERBUNUH!!"

"Mereka layak dibenci oleh yg lain. Itu illegal untuk mengedit model-model Nanami," aku menggeram kembali.
Aku mulai menyesali apa yg telah kukatakan tentang bagian benci, karna Miku mulai menjadi
lebih marah, dan juga agak... berdarah.
Kulitnya mulai mengelupas, dan juga otot- ototnya, yg sekarang badannya berubah menjadi
tengkorak yg berdarah dengan darah yg mengalir dari lubang matanya. Organ dalamnya terlihat.
Tetapi apa yg membuat detak jantungku berdebar dengan cepat adalah organ hatinya. Yang menjadi kecil dan kecil, seperti balon yg kempes. Miku kemudian mendekat dan mendekat ke layar, dan menunjukkan wajah, hati, dan tubuhnya yang berdarah.

"Kau pikir anak kecil yg layak untuk digertak, hanya karna mereka ingin memberi karakter kesukaan mereka saudara?! Kau pikir mereka
harus bunuh diri hanya saja karna mereka ingin para VOCALOID memiliki kerabat atau teman-
teman lain?!"
Bulu kudukku mulai berdiri. Aku menjadi diam hanya dengan mendengarkan suara awalnya
menjadi suara yg marah dan jahat.
"Apakah kau SANGAT egois?! Sangat egois lalu kau tidak peduli tentang perasaan anak-anak seperti
yg ku perlihatkan kepadamu?! Sangat egois untuk perduli tentang mereka yg mempunyai pembuat
model untuk membuat lebih model buat diberikan kepadamu?! huh?! HUH?!"

Aku ketakutan. sangat ketakutan sampai hampir menangis dalam ketakudan dan kesedihan.
"Lihat?! SEKARANG kau mengerti bagaimana yang aku rasakan?!" Miku memperlihatkan wajah tengkoraknya berdarah dilayar dengan suara iblisnya.

"M-Miku... Aku.. AKU MINTA MAAF!!!!" akupun mulai menangis seperti bayi.

"Jangan katakan maaf padaku. Seharusnya kau meminta maaf kepada anak-anak itu DAN
keluarganya. Jika kau tidak melakukannya sekarang..."

"BAIK, BAIKLAH!!! Aku akan lakukan!!" aku menangis dan dengan cepat membuka jurnal
Deviantart dan mulai menulis apa yg sepertinya akan menjadi sangat panjang.

"Untuk anak anak yg bunuh diri:
Aku minta maaf untuk apa yg telah aku katakan padamu. Aku seharusnya tau kalau kau itu
hanyalah anak anak. aku seharusnya tau ini hanyalah internet, dan tidak semua orang
melakukan hal yg Nanami dan Saboten suka. Sekarang saya mengerti bahwa orang tidak ingin
barang-barang mereka kacau, mereka tidak seharusnya meletakkannya di tempat awalnya.
Dan lagi, aku minta maaf untuk apa yg telah aku katakan pada mu. tolong maafkan aku...
Dan untuk keluarga mereka:
Aku minta maaf untuk apa yg telah kuperbuat kepada anak anakmu. Seperti yg aku katakan sebelumnya kepada anak anak, aku seharusnya
mengetahui ini hanyalah internet. Ku harap kau bisa memaafkanku..."

Ketika aku selesai menulis dan menambahkannya di entry, aku membuka MikuMikuDance lagi. Miku akhirnya kembali normal.
"Terimakasih untuk melakukan apa yg telah kuminta," katanya dengan senyuman dan suara yg telah kembali ke suaranya yg melengking
seperti biasa.


"Aku berjanji, aku tidak akan memperlakukan
anak kecil seperti itu lagi," akupun menangis.
Muka Miku menjadi lembut. "Aku rasa kau
mengatakan yg sebenarnya. Dan itu bagus."

"Terima kasih, Miku..." kataku dengan airmata
dimataku.
Aku mulai merasa hangat. Aku mulai merasa
dimaafkan. Aku telah belajar, Aku tidak akan
pernah mengancam anak-anak lagi.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Diberdayakan oleh Blogger.